Seskab Pasang Badan, Sebut Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo Bawa Hasil Nyata

JATENGPEDIA.ID - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa seluruh rangkaian kunjungan kerja ke luar negeri yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam 1,5 tahun terakhir bukan sekadar formalitas. Pihaknya menyatakan bahwa diplomasi tingkat tinggi tersebut telah berhasil membuahkan berbagai capaian konkret yang berdampak langsung pada kepentingan nasional Indonesia.
"Jadi salah besar kalau dibilang hanya gagah-gagahan, seremonial. Jadi kita harus lihat apa yang sudah dicapai dalam 1,5 tahun terakhir ini," ujar Teddy menegaskan.
Dilansir dari ANTARA pada Senin (1/6), Teddy menjabarkan sejumlah hasil nyata di sektor ekonomi global, salah satunya adalah masuknya Indonesia menjadi anggota BRICS. Langkah strategis ini diklaim berhasil menjaga stabilitas stok dan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di dalam negeri di tengah guncangan krisis energi dunia. Selain itu, Indonesia juga sukses mengamankan tarif bea masuk 0 persen untuk komoditas ekspor ke 25 negara Uni Eropa yang sudah berjalan sejak tahun 2025 lalu.
Indikator keberhasilan diplomasi ekonomi ini juga diperkuat oleh data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang mencatat realisasi investasi masuk menembus angka Rp2.430 triliun selama satu setengah tahun terakhir. Angka tersebut semakin gemuk setelah lawatan luar negeri Presiden ke Jepang dan Korea Selatan pada bulan lalu berhasil mengantongi komitmen investasi baru senilai Rp575 triliun. Di samping memperkuat urusan logistik, pemerintah turut memperkokoh sektor pertahanan nasional melalui pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) modern hasil kerja sama dengan negara-negara besar seperti Prancis, Amerika Serikat, Rusia, China, hingga Inggris.
Hubungan bilateral yang erat ini rupanya juga membawa dampak positif bagi sektor keagamaan dan kemanusiaan. Pemerintah Indonesia kini berhasil mengamankan kepemilikan fasilitas perkampungan haji khusus bagi jemaah tanah air berkat kerja sama strategis dengan otoritas Arab Saudi. Sementara di kancah internasional, ketegasan sikap Indonesia terhadap isu kemanusiaan di Palestina diwujudkan secara nyata melalui pengiriman bantuan logistik via udara, pengerahan kapal rumah sakit, hingga pemberian fasilitas beasiswa pendidikan bagi para mahasiswa asal Palestina.
Menjawab kritik publik terkait efisiensi anggaran negara, Teddy memastikan bahwa ongkos perjalanan dinas tersebut dikelola dengan sangat ketat dan efisien. Guna menghemat pengeluaran, jumlah rombongan kepresidenan kini dipangkas secara drastis dengan membatasi personel yang ikut hanya berkisar 50 hingga 60 orang saja. Bahkan ia mengungkapkan jika ada kelebihan anggaran dalam pelaksanaan kunjungan tersebut, seluruh biayanya akan ditanggung langsung menggunakan dana pribadi milik Presiden Prabowo Subianto.













