Mencari

Tragedi Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan, Tiga Anggota Polisi Gugur Saat Bertugas

Tragedi Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan, Tiga Anggota Polisi Gugur Saat Bertugas

images (33)-1
JATENGPEDIA.ID - Peristiwa tragis menimpa institusi kepolisian setelah tiga personel Polres Katingan gugur dalam operasi penggerebekan bandar narkoba di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah yang pencariannya berakhir pada Senin (6/7/2026). Ketiga anggota yang gugur dalam menjalankan tugas tersebut diidentifikasi sebagai Aipda Yudhi Perdana Putra, Bripda Nopandri, dan Aiptu Sumaryanto. 

Setelah dilakukan penyisiran intensif selama tiga hari oleh tim gabungan, dua personel yang sebelumnya sempat dinyatakan hilang akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di lokasi yang berbeda di sepanjang aliran sungai.

Dilansir dari Metro TV, jasad Aiptu Sumaryanto ditemukan di kawasan Rantau Asem, Kecamatan Katingan, dengan jarak sekitar 40 kilometer dari titik awal penggerebekan. Sementara itu, jenazah Bripda Nopandri Ramadhana telah lebih dulu dievakuasi pada Sabtu (4/7/2026) sore setelah ditemukan mengapung dan tersangkut ranting pohon di tepian Sungai Katingan. Kedua jenazah langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara demi menjalani proses otopsi serta identifikasi medis, di mana isak tangis dari keluarga serta rekan sejawat yang terpukul langsung menyelimuti area rumah sakit.

Di sisi lain, aparat bergerak cepat dan berhasil mengamankan seorang pria berinisial A yang diduga kuat menjadi salah satu pelaku penyerangan terhadap para petugas. Tersangka dibekuk tanpa perlawanan saat sedang bersembunyi di dalam sebuah perahu di area aliran sungai Desa Tumbang Pariye. 

Saat ini, terduga pelaku telah digelandang ke Mapolres Katingan guna menjalani pemeriksaan intensif untuk menguak motif penyerangan maut tersebut sekaligus memburu pelaku lain yang disinyalir masih melarikan diri.

Meskipun berita ini belum merilis pernyataan resmi berupa kalimat langsung dari Kapolres maupun pihak keluarga di lapangan, salah seorang petugas evakuasi di lokasi sempat memberikan keterangan singkat mengenai kondisi penemuan korban. 

"Jenazah korban langsung kami evakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara begitu berhasil diangkat dari sungai agar bisa segera dilakukan proses identifikasi dan otopsi oleh tim medis," ungkapnya.

Kasus ini pun kini menjadi atensi penuh Polda Kalimantan Tengah untuk memastikan seluruh komplotan pelaku dapat segera diringkus.

 


 

 

iconLangganan

ke Newsletter