Ubah Masalah Jadi Energi, Denera Targetkan Pembangunan Fasilitas Listrik Berbasis Sampah di 34 Daerah

JATENGPEDIA.ID - Langkah nyata untuk membenahi sengkarut pengelolaan limbah nasional kini tengah digarap serius oleh PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera). Melalui program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), perusahaan ini membidik puluhan wilayah di tanah air untuk menerapkan sistem konversi energi ramah lingkungan.
Agenda strategis tersebut dipaparkan secara mendalam pada Rabu, 17 Juni 2026, dalam sebuah pertemuan dengan manajemen media di Jakarta Barat. Upaya ini diproyeksikan mampu menjadi jalan keluar yang menyeluruh dalam menyulap tumpukan sampah menjadi pasokan listrik bersih yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Dilansir dari Metro TV, integrasi pengelolaan dari hulu ke hilir menjadi kunci utama yang terus didorong oleh pihak manajemen. CEO Denera, Fadli Rahman, menekankan bahwa penyelesaian masalah krusial ini tidak bisa bertumpu pada satu pihak saja melainkan butuh sinergi kuat antara pemerintah, sektor industri, media, dan warga. Dalam penjelasannya, ia menyampaikan urgensi kerja sama tersebut demi mewujudkan wajah baru penanganan limbah di tanah air.
"Kami mendorong kerja sama antara Denera dengan seluruh pihak terkait pengelolaan sampah, bagaimana kita bisa mengelola sampah yang lebih terintegrasi dan mentransformasi pengelolaan sampah di Indonesia," ujar Fadli.
Fokus pergerakan Denera rupanya tidak terbatas pada pendirian pabrik atau infrastruktur PSEL semata. Mereka juga berkomitmen penuh untuk menyokong berbagai kegiatan pelestarian lingkungan yang dimulai dari kebiasaan skala kecil di lingkungan rumah tangga hingga pemrosesan skala pabrik. Hal ini mencakup pemilahan jenis limbah, perbaikan sarana pembuangan, hingga adopsi teknologi waste to energy.
"Termasuk mendukung seluruh usaha terkait pengelolaan sampah, baik yang sifatnya di hulu maupun di hilir, baik itu yang sifatnya di masyarakat maupun di industri, baik itu yang sifatnya PSEL atau waste to energy maupun pemilahan, sorting, bahkan peningkatan infrastruktur dari sampah itu sendiri," tambahnya.
Guna merealisasikan target besar di 34 kabupaten dan kota tersebut, peta jalan pembangunan telah disusun ke dalam beberapa fase. Untuk gelombang pertama, proyek PSEL akan segera disiapkan pada tiga titik strategis yang mencakup wilayah lima kabupaten dan kota sekaligus. Sementara itu, fase berikutnya akan menyasar 12 lokasi baru yang saat ini masih dalam tahap penjajakan dengan para mitra potensial. Strategi bertahap ini diharapkan dapat memastikan setiap fasilitas yang dibangun memiliki kesiapan operasional yang matang dan berkelanjutan.
Selain berinvestasi pada kecanggihan teknologi, Denera meyakini bahwa perubahan perilaku di tingkat masyarakat adalah fondasi dari keberhasilan program ini. Edukasi yang masif mengenai cara memilah sampah yang benar dari rumah dinilai akan sangat membantu efektivitas pemrosesan di pabrik kelak. Menutup penjelasannya, Fadli mengingatkan bahwa ketidakpedulian terhadap limbah dapat memicu dampak buruk bagi lingkungan hidup.
"Ini sangat penting untuk masyarakat paham bahwa sampah itu sebenarnya bisa menjadi berbahaya. Jadi pengelolaan sampah untuk masyarakat itu sangat penting untuk dilakukan secara bersama-sama." Pungkasnya.













