Mencari

Usut Korupsi Dana Siap Pakai Kebencanaan, KPK Periksa Sestama BNPB dan Tujuh Saksi

Usut Korupsi Dana Siap Pakai Kebencanaan, KPK Periksa Sestama BNPB dan Tujuh Saksi

Sekretaris-Utama-Sestama-BNPB-Rustian-129
JATENGPEDIA.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana siap pakai penanganan bencana di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Tim penyidik memanggil dan memeriksa Sekretaris Utama BNPB, Rustian, bersama sejumlah pejabat internal lainnya di Gedung Merah Putih KPK pada Selasa, 27 Oktober 2026. Langkah ini diambil guna memperkuat bukti-bukti serta mengurai alur penggunaan anggaran darurat kebencanaan yang diduga dikorupsi oleh oknum pejabat lembaga tersebut.

Dilansir dari Antara, kehadiran para saksi dikonfirmasi langsung oleh pihak penegak hukum yang tengah menangani agenda pemeriksaan marathon. Selain Sekretaris Utama, penyidik juga mengagendakan pemeriksaan terhadap tujuh orang saksi lainnya yang terdiri atas tenaga ahli, para kepala biro, hingga aparatur sipil negara di lingkungan BNPB.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan secara langsung bahwa, “Benar, hari ini, penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi Rus selaku Sestama BNPB dan beberapa saksi lainnya dalam lanjutan penyidikan dugaan korupsi di lingkungan BNPB.”

Pengusutan perkara ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilancarkan tim penindakan KPK di lingkungan BNPB dengan mengamankan belasan orang pada pertengahan Oktober lalu. Menyusul operasi senyap tersebut, lima orang telah resmi ditetapkan sebagai tersangka utama, mulai dari pejabat pembuat komitmen, tenaga ahli kepala lembaga, hingga pihak swasta dari penyedia jasa. Penetapan tersangka ini menjadi pintu masuk penyidik untuk melacak lebih jauh dugaan keterlibatan pihak-pihak lain dalam pengelolaan anggaran darurat tersebut.

Dalam rangkaian penyidikan lanjutan, tim KPK telah menggeledah sejumlah lokasi strategis, termasuk ruang kerja Kepala BNPB, untuk menyita barang bukti yang relevan. Dari hasil penggeledahan dan penyitaan, petugas mengamankan aset senilai miliaran rupiah yang terdiri dari uang tunai berbagai mata uang, puluhan keping emas, tabungan emas, hingga aset kripto. Penyidik juga telah menjalin koordinasi bersama Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI guna mendalami peran pejabat terkait yang berlatar belakang militer aktif.

Pemeriksaan intensif terhadap pejabat tinggi BNPB ini diharapkan mampu membuat terang konstruksi perkara dan memetakan kerugian negara secara transparan. Lembaga antirasuah menegaskan komitmennya untuk menindak tegas segala bentuk penyelewengan dana bencana yang seharusnya dialokasikan untuk penanganan darurat kemanusiaan. Publik kini menunggu perkembangan lebih lanjut terkait penetapan tersangka baru serta penuntasan kasus korupsi di lembaga kebencanaan tersebut.

iconLangganan

ke Newsletter